Selasa, 05 April 2011
Anak Bawang
Sementara aku masih resah dalam hunian yang kau sebut diam.bingung mencari jalan keluar dalam keremangan itu.aku utuh namun tak sempurna.aku hidup tapi seperti tak bernyawa.mungkin karena hatiku sudah kebal oleh sesuatu yg bernama cinta.sehingga segala sesuatu hingar bingar yg dikeluarkan cinta,tak mampu kuresapi,kebas,seperti telapak kaki.tawar seperti air hujan.merenung layaknya anak bawang yang selalu dibela keadaan.terimakasih waktu.terimakasih Tuhan.semua adalah tautan yg belum kubeberkan.sampai nanti ketika ada bidadari yang bersedia menangis dipelukan dada yg penuh darah ini.padamu Tuhan,segala sesuatunya ada.
Bulan
Dan aku masih termenung menyaksikan kejadian alam.meresapi satu persatu keagungan Tuhan.langit yg teduh,awan yg menyapa,angin yg ramah,smua berpadu menelantarkan gelisah dlm benak.bulan,,cahayanya menyinari gemericik air yg turun dr hulu.ia adalah saksi dr segala kejadian malam.menyimpan rahasia langit yg terjaga hangat dlm sinarnya.aku ingin sepertimu.dinanti,disebut dlm puisi cinta seorang kekasih.aku ingin mengenalmu,menerangi sebagian ruang gelap dlm sanubari.bulan,antara aku dan kamu,kusimpan sebuah rindu.
Langganan:
Postingan (Atom)